Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Bali I, I Nyoman Parta, menegaskan soroh atau wangsa merupakan fakta sejarah dan kenyataan sosial dalam kehidupan masyarakat Bali yang tidak bisa dipungkiri.
Ia mengajak agar identitas berbasis garis keturunan tersebut dimaknai secara produktif dan berorientasi sosial.
Wangsa sebagai penanda keluarga atau keturunan. Dalam ilmu antropologi sosial, struktur masyarakat memang berlapis-lapis. Itu fakta sejarah dan kenyataan, kata I Nyoman Parta, dikutip Rabu (18/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa konsep identitas keluarga berbasis garis keturunan bukan hanya dikenal di Bali.
Di berbagai daerah di Indonesia terdapat istilah marga sebagai penanda keluarga atau leluhur, sementara di Bali lebih umum dikenal dengan istilah wangsa atau soroh.