Jelang Muktamar, Hasto Kristiyanto Ingatkan agar Siapapun Harus Menjaga Keutuhan NU

Sinergi Nasionalis-Agama: PDIP Serukan NU Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa dan Bebas Kooptasi Kekuasaan
Sabtu, 25 Juli 2026 01:37 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyerukan pentingnya menjaga keutuhan Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai upaya kooptasi dan intervensi politik praktis jelang pelaksanaan Muktamar NU mendatang.

Menurutnya, dari sejarah, visi bagi kemerdekaan Indonesia, dan kesadaran geopolitiknya, serta tradisi mewujudkan Islam sebagai rahmatan lilalamin, NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya baik dari kalangan Kristen, Hindu, Buddha, Kepercayaan kepada Tuhan, serta komponen bangsa lainnya.

NU terlalu besar untuk dilibatkan dalam tarik-menarik kepentingan politik praktis. Jangan pernah coba-coba memecah belah NU demi ambisi kekuasaan. NU itu milik Indonesia dan dunia yang ditakdirkan dengan jiwa keislaman serta konsepsi pemikiran yang luar biasa, tegas Hasto saat menjadi pemantik diskusi dalam acara Room Diskusi Serial 7 bertajuk NU Masa Depan Masa Depan NU: Sinergitas Pemikiran Nasionalis dan Agama yang digelar Yayasan Talibuana Nusantara di Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026) petang.

Hasto begitu kagum dengan pemikiran visioner para pendiri NU yang tergambarkan dalam Logo NU.

Logo NU sangat membumi, visioner dan futuristik. Apalagi dengan kontribusi patriotismenya melalui Resolusi Jihad di dalam perjuangan mengusir bala tentara Sekutu yang ditunggangi NICA untuk menjajah kembali Indonesia, ujarnya dengan penuh semangat.

Baca juga :