Jong-Jong Pemuda, Jalan Menuju Indonesia

Jong Celebes menjadi salah satu ruang anak muda asal Sulawesi membangun persaudaraan.
Rabu, 14 Oktober 2026 17:03 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

SEBELUM ada Indonesia sebagai sebuah negara, sudah ada anak-anak muda yang belajar membayangkannya.

Pada dekade 1920-an, mereka datang dari latar yang berbeda. Ada Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Minahasa, Sekar Rukun, hingga Perhimpunan Pemuda lainnya. Mereka membawa nama daerah, bahasa, kebudayaan, dan pengalaman masing-masing. Namun, justru dari keragaman itulah gagasan tentang Indonesia perlahan menemukan bentuknya.

Jong Celebes menjadi salah satu ruang anak muda asal Sulawesi membangun persaudaraan. Organisasi ini berdiri pada 25 April 1919. Di antara tokoh yang tercatat terkait dengannya adalah R.C.L. Senduk, A. Mononutu, A. Magdalena Waworuntu, Hadidjah, Mokoginta, dan Sam Ratulangi.

Yang menarik, Jong Celebes tidak berhenti sebagai perkumpulan berdasarkan asal daerah. R.C.L. Senduk kemudian duduk sebagai Pembantu III dalam kepanitiaan Kongres Pemuda II. Posisi itu menunjukkan bahwa identitas kedaerahan mulai ditempatkan dalam agenda yang lebih besar: persatuan Indonesia.

Dari Maluku datang Jong Ambon. L. Tamaela dan J. Kayadu dikenal sebagai tokoh pendirinya, sementara Johannes Leimena kemudian menjadi salah satu tokoh penting yang membawa Jong Ambon ke dalam arus pergerakan kebangsaan.

Baca juga :