Surabaya, Gesuri.id — Penurunan perolehan suara pada Pemilu 2024 menjadi pekerjaan rumah besar bagi DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.
Untuk mengembalikan basis dukungan masyarakat, partai berlambang banteng moncong putih ini mulai memantapkan gerakan kader hingga ke tingkat akar rumput (grassroot).
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Syaifudin Zuhriyang akrab disapa Kaji Ipuk menegaskan bahwa evaluasi hasil pemilu menjadi fondasi utama untuk membenahi strategi politik partai ke depan.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Perolehan suara PDI Perjuangan pada Pemilu 2024 memang turun. Kami akan mengevaluasi dan mengoreksi kekurangan yang ada. Kami optimistis dapat merebut kembali kepercayaan publik dan memulihkan suara partai," ujar Kaji Ipuk saat ditemui di Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (13/10.
Menurut Kaji Ipuk, upaya pemulihan suara tidak bisa sekadar mengandalkan konsolidasi internal organisasi. Lebih dari itu, para kader dituntut untuk hadir langsung di tengah masyarakat dan responsif terhadap kebutuhan warga.
"Upaya kami adalah memperkuat barisan satu komando, meningkatkan koordinasi, serta terus berkonsolidasi melalui gerakan ke bawah yang terpantau secara berkala," tegasnya.
Ia menambahkan, pendampingan terhadap warga bukan kegiatan musiman yang dilakukan menjelang pemilu saja, melainkan komitmen berkelanjutan yang sudah menjadi kultur kader PDI Perjuangan.
"PDI Perjuangan tidak bergerak hanya saat menjelang pemilu. Kader kami terlatih untuk terus hadir mendampingi warga, baik saat ada masalah kesehatan maupun persoalan sosial lainnya," kata Kaji Ipuk.
Di samping itu, strategi pemulihan suara juga harus selaras dengan dinamika dan harapan masyarakat saat ini. Kaji Ipuk mengingatkan pentingnya kemampuan membaca situasi dan kondisi kebatinan publik.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Langkah paling konkret adalah kemampuan membaca situasi kebatinan dan apa yang dibutuhkan masyarakat. Itulah taktik politik yang nyata," lanjutnya.
Mengakhiri keterangannya, Kaji Ipuk berpesan agar seluruh kader tetap menjaga identitas serta basis dukungan historis PDI Perjuangan agar masyarakat tidak berpaling.
"Basis 'merah' ini harus terus dijaga. Jangan sampai simpatisan berpaling hanya karena kita lupa pada jati diri sebagai kader PDI Perjuangan, yang secara historis memiliki kedekatan emosional dan psikologis dengan gerakan rakyat," pungkasnya.

















































































