Koster Dorong Arak Bali Jadi Komoditas Ekonomi Inklusif Global

Menurut Koster, arak Bali kini tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai minuman tradisional semata.
Selasa, 19 Mei 2026 17:19 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Denpasar, Gesuri.id Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa arak Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi inklusif berbasis budaya lokal.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri audisi Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Senin (18/5/2026).

Ajang yang diinisiasi oleh DPC PDI Perjuangan dari Kota Denpasar, Kabupaten Karangasem, Buleleng, dan Klungkung ini diikuti oleh 38 generator muda berbakat. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang meracik minuman, tetapi juga ruang lahirnya inovasi kreatif yang menghubungkan tradisi, pariwisata, dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Baca:Kisah PerjuanganGanjardari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

Menurut Koster, arak Bali kini tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai minuman tradisional semata. Produk asli Pulau Dewata ini harus didorong menjadi komoditas unggulan daerah yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah UMKM, serta memperkuat identitas budaya Bali di pasar global.

Baca juga :