Merah Muda Berkebudayaan: Ketika Tradisi Menemukan Panggung Baru

Hari ini, panggung kebudayaan semakin luas. Ia tidak hanya berada di gedung kesenian, galeri, museum, atau panggung pertunjukan
Senin, 26 Oktober 2026 20:40 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

KEBUDAYAAN tidak pernah benar-benar tinggal di masa lalu. Ia bergerak mengikuti zaman, menemukan bentuk baru, lalu kembali hadir dalam kehidupan generasi yang berbeda.

Hari ini, panggung kebudayaan semakin luas. Ia tidak hanya berada di gedung kesenian, galeri, museum, atau panggung pertunjukan, tetapi juga hadir melalui TikTok, YouTube, musik digital, fesyen, film, dan berbagai ruang kreatif anak muda.

Di ruang itulah generasi muda menemukan cara baru untuk mencintai identitas bangsanya. Mereka tidak selalu menggunakan bahasa tradisional, tetapi membawa nilai dan warisan Nusantara ke dalam bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Swara Gembira menjadi salah satu contoh menarik. Kolektif seni ini menghadirkan kembali kekayaan busana dan budaya Nusantara melalui pendekatan yang dekat dengan generasi muda, termasuk gerakan berkain yang membuat kain tradisional semakin akrab digunakan dalam keseharian.

Bersama Laleilmanino, semangat tersebut menemukan ekspresi melalui musik dan kreativitas pop. Proyek seperti Remaja Nusantara memperlihatkan bahwa unsur tradisional dapat dikemas secara modern tanpa harus kehilangan karakter Indonesia.

Baca juga :