Jakarta, Gesuri.id — dr. Tjen Stephanie Octavia, yang mewakili Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Diah Pikatan O. P. Hapsari atau Pinka Haprani, mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk mengenal dan terlibat dalam dunia politik melalui organisasi kepemudaan TMP.
Menurutnya, politik tidak semata-mata berkaitan dengan pemilu dan pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak muda untuk berkontribusi dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Jadi kami adalah organisasi kepemudaan yang memang bertujuan menjadi gerbang bagi anak-anak muda, khususnya sekarang kita sedang menjaring Gen Z supaya bisa bergabung dalam dunia politik. Jadi mereka bisa belajar, di mana kita bisa belajar apa itu sih politik? Jadi politik itu kita akan perkenalkan secara lebih fun,” ujar Tjen Stephanie di lapangan Banteng Jakarta dalam acara Merah Muda Fest 2026, Minggu (25/10).
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Ia menjelaskan, TMP hadir untuk memberikan ruang bagi anak muda agar dapat memahami politik dengan cara yang lebih dekat, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ia juga menegaskan bahwa politik tidak seharusnya dipandang sebatas kontestasi elektoral atau urusan pemerintahan.
Menurut Tjen Stephanie, keterlibatan dalam politik juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, kepedulian terhadap lingkungan, serta upaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Dengan pemahaman tersebut, generasi muda diharapkan tidak ragu untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan.
“Politik sebenarnya bukan sebatas elektoral ataupun kepemerintahan saja. Tapi dengan politik kita bisa bersama-sama bagaimana terdampak bagi masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Dari Aksi Sosial hingga Kepedulian Lingkungan
Tjen Stephanie mengatakan, TMP telah menjalankan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Salah satu kegiatan terbaru yang disampaikannya adalah penyaluran bantuan alat pemadam kebakaran untuk mendukung relawan yang berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Selain itu, melalui program TNPK, TMP turut menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga di Kalimantan dan Yogyakarta yang mengalami kekeringan. Bantuan tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menuturkan bahwa pada September lalu, di bawah kepemimpinan Pinka Haprani, jajaran pengurus TMP mengunjungi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Dalam kunjungan tersebut, bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk material, tetapi juga dukungan psikososial melalui program pemulihan trauma bagi anak-anak dan korban gempa.
Menurut Tjen Stephanie, berbagai kegiatan itu menunjukkan bahwa keterlibatan anak muda dalam organisasi politik dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
TMP Buka Ruang Aspirasi bagi Generasi Muda
Selain kegiatan sosial, TMP juga menjadi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan aspirasi. Tjen Stephanie menjelaskan, sejumlah anggota TMP turut berkiprah di lembaga legislatif, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Keberadaan kader di lembaga legislatif tersebut diharapkan dapat membantu menjembatani aspirasi masyarakat agar menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Melalui TMP, ia menegaskan bahwa ruang partisipasi terbuka tidak hanya bagi generasi muda, tetapi juga masyarakat secara luas yang ingin menyampaikan aspirasi dan memperoleh dukungan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Di akhir penyampaiannya, Tjen Stephanie mengajak anak-anak muda untuk bergabung dengan TMP dan berani mengambil peran dalam dunia politik. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tampil membawa gagasan, energi, dan perspektif baru bagi kehidupan publik.
“Kami mengundang semua teman-teman, terutama anak-anak muda, untuk ayo bergabung ke TMP supaya kita juga bisa menciptakan wajah-wajah baru, anak-anak muda berani tampil, berani untuk masuk ke dunia politik. Karena dunia politik itu sebenarnya tidak menyeramkan,” tutupnya.

















































































