Ikuti Kami

Merah Muda Berkebudayaan & Partisipatif: Dari Akar Tradisi ke Ruang Demokrasi

Inilah gagasan cultural fusion: mempertemukan warisan budaya dengan kreativitas zaman.

Merah Muda Berkebudayaan & Partisipatif: Dari Akar Tradisi ke Ruang Demokrasi
Sejumlah peserta berjalan mengikuti Napak Tilas menyongsong 100 tahun Sumpah Pemuda pada rangkaian kegiatan Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (25/10/2026) - Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma

INDONESIA tidak pernah kekurangan cerita tentang kebudayaan. Dari kain tradisional, musik daerah, tarian, kuliner, hingga bahasa, semuanya menyimpan jejak panjang tentang siapa kita dan dari mana kita berasal.

Namun, zaman berubah cepat. Anak muda hari ini menemukan budaya melalui layar ponsel, potongan video pendek, musik populer, gim, festival kreatif, dan berbagai ruang digital yang nyaris tanpa batas.

Di tengah arus globalisasi itu, kebudayaan menghadapi pertanyaan penting. Bagaimana tradisi tetap hidup tanpa kehilangan makna ketika generasi pewarisnya memiliki cara baru dalam menikmati dan mengekspresikannya?

Jawabannya tidak selalu dengan membawa anak muda kembali ke masa lalu. Bisa jadi justru dengan membawa kekayaan masa lalu masuk ke ruang kehidupan mereka hari ini.

Di berbagai tempat, kreator seni muda, budayawan generasi milenial dan Gen Z, hingga komunitas kreatif mulai melakukan itu. Mereka mengolah motif tradisional menjadi desain modern, mempertemukan musik daerah dengan bunyi kontemporer, dan memperkenalkan cerita lokal melalui bahasa visual yang akrab dengan generasi digital.

Di tangan mereka, tradisi tidak harus menjadi benda yang diam di museum. Ia dapat menjadi sesuatu yang bergerak, berubah bentuk, dan menemukan penonton baru tanpa kehilangan akar sejarahnya.

Inilah gagasan cultural fusion: mempertemukan warisan budaya dengan kreativitas zaman. Bukan untuk menghapus identitas lama, melainkan memastikan identitas itu tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

Data BPS memperlihatkan betapa pentingnya generasi muda dalam perjalanan Indonesia. Sensus Penduduk 2020 mencatat Gen Z mencapai 27,94 persen dan Milenial 25,87 persen dari populasi Indonesia. Jika digabungkan, keduanya mencapai lebih dari separuh penduduk.

Dominasi tersebut semakin terlihat dalam konteks politik. KPU mencatat pemilih Gen Z dan Milenial pada Pemilu 2024 mencapai 58,38 persen dari keseluruhan pemilih. Angka itu menunjukkan besarnya ruang yang dimiliki generasi muda dalam menentukan arah kehidupan demokrasi.

Tetapi menjadi mayoritas pemilih bukan berarti sekadar datang ke tempat pemungutan suara. Demokrasi membutuhkan keterlibatan yang lebih panjang: memahami persoalan, mendengar gagasan, mengawal kebijakan, dan berani menyampaikan kritik secara bertanggung jawab.

Di sinilah konsep active civic engagement menjadi penting. Anak muda perlu melihat politik bukan semata urusan elite, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari yang menentukan pendidikan, pekerjaan, lingkungan, transportasi, kesehatan, kebudayaan, hingga masa depan kota tempat mereka tinggal.

Partisipasi itu dapat dimulai dari ruang yang sederhana. Mengikuti musyawarah warga, berdiskusi di kampus, menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat, terlibat dalam komunitas, mengawasi kebijakan publik, hingga menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang benar.

Parlemen pun perlu semakin terbuka terhadap generasi baru. Aktivis muda dan anggota parlemen dari generasi milenial maupun Gen Z dapat menjadi jembatan antara bahasa kebijakan dengan bahasa masyarakat yang lebih dekat, terutama bagi kelompok muda yang selama ini merasa politik terlalu jauh dari kehidupan mereka.

Sebab kebudayaan dan demokrasi sesungguhnya memiliki satu titik temu: keduanya membutuhkan partisipasi manusia. Kebudayaan akan kehilangan daya hidup jika tidak diwariskan, sementara demokrasi akan kehilangan makna jika masyarakat berhenti terlibat.

Karena itu, revitalisasi tradisi dan keterlibatan politik publik seharusnya tidak dipisahkan. Anak muda yang bangga mengenakan kain tradisional, menikmati musik daerah, mempelajari sejarah lokal, dan menghidupkan kembali kesenian leluhur juga dapat menjadi warga yang kritis terhadap masa depan bangsanya.

Di titik itu, nasionalisme menemukan bentuk yang lebih substantif. Mencintai Indonesia bukan hanya mengucapkan slogan, tetapi mengenal kebudayaannya, menjaga keberagamannya, sekaligus ikut menentukan bagaimana negara ini dikelola.

Semangat tersebut memiliki hubungan kuat dengan pesan Sumpah Pemuda. Para pemuda 1928 menemukan persatuan bukan dengan menghapus perbedaan daerah, melainkan dengan menemukan identitas bersama di tengah keberagaman.

Generasi muda hari ini menghadapi tantangan yang berbeda. Mereka tidak lagi berhadapan dengan kolonialisme dalam bentuk yang sama, tetapi menghadapi arus globalisasi, homogenisasi budaya, banjir informasi, polarisasi digital, serta perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.

Karena itu, semangat kebudayaan dan partisipasi publik menjadi bagian dari ketahanan bangsa. Ketika anak muda mengenal akarnya sekaligus aktif mengawal masa depan, Indonesia memiliki generasi yang bukan hanya modern, tetapi juga memiliki arah.

Merah Muda Berkebudayaan berarti memberi ruang bagi tradisi untuk hidup melalui kreativitas generasi baru. Merah Muda Partisipatif berarti memberi ruang bagi anak muda untuk bersuara, berdialog, dan terlibat dalam proses demokrasi.

Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat anak mudanya menguasai teknologi. Masa depan juga ditentukan oleh apakah mereka masih mengenal akar budayanya dan bersedia mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.

Sebab bangsa yang maju bukan bangsa yang meninggalkan masa lalunya. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu membawa warisan masa lalu ke masa depan, sembari memberi generasi mudanya ruang untuk ikut menulis cerita baru tentang Indonesia.

Ikuti rangkaian publikasi Sumpah Pemuda ini dan sambut Merah Muda Fest pada 25 Oktober 2026. Mari lanjutkan semangat Sumpah Pemuda dengan menjadi bagian dari Millennium Public Pulse 28 pada 28 Oktober 2028. Informasi lebih lanjut mengenai acara dapat diakses melalui merahmudafest.com.

Quote