Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Nisaa Diniyaty, mengritik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kembali mengangkat pernyataan lama Effendi Simbolon terkait hubungannya dengan PDI Perjuangan.
Nisaa menilai, pernyataan yang disampaikan pada Desember 2024 itu sengaja kembali digulirkan di tengah polemik yang menyangkut pemerintahan dan Presiden ke-7 Joko Widodo.
Nisaa menyebut langkah tersebut sebagai upaya mengalihkan isu setelah Mahkamah Konstitusi (MK) disebut tidak menemukan bukti bahwa Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah setara SMA dalam perkara yang dipersoalkan.
Medsos PSI sedang panik, buktinya mereka menggali kutipan lama Efendi Simbolon dari Desember 2024 yang diucapkan sesaat setelah ia dipecat karena membangkang keputusan partai di Pilkada Jakarta. Hampir dua tahun kemudian, kutipan basi itu digoreng seolah baru. Kenapa sekarang? Karena Mahkamah Konstitusi baru saja menyatakan tidak menemukan bukti Gibran memiliki ijasa setara SMA, kata Nisaa dikutip dari akun Istagram Moncong Putih Jumat (23/10/2026).
Menurut Nisaa, PSI semestinya menjawab persoalan yang sedang menjadi perhatian publik, bukan mengalihkan pembahasan dengan menyerang PDI Perjuangan. Ia juga menyinggung pernyataan Effendi Simbolon mengenai perlakuan Jokowi terhadap PDI Perjuangan.