Tutup Gawai Entibab, Bupati Kapuas Hulu Ajak Warga Jaga Budaya dan Rawat Alam Leluhur

Fransiskus mengingatkan bahwa eksistensi kebudayaan Dayak memiliki keterikatan yang mutlak dengan kelestarian alam sekitar.
Selasa, 30 Juni 2026 07:29 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Kapuas Hulu, Gesuri.id Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, resmi menutup pergelaran adat Gawai Entibab Ningkau Kandau Bedangkan Tahun 2026 di Entibab, Desa Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu.

Dalam momentum tersebut, Bupati yang akrab disapa Sis ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu untuk terus menyokong pelestarian budaya lokal melalui berbagai program konkret, mulai dari pemberdayaan sanggar seni, penguatan komunitas adat, hingga dokumentasi warisan budaya tak benda.

Saya berharap generasi muda terus mencintai dan melestarikan adat istiadat sebagai warisan berharga yang dapat mendukung pembangunan daerah, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kapuas Hulu, ujar Fransiskus dalam sambutannya.

Baca:GanjarPranowo Ingin Generasi Muda

Lebih lanjut, Fransiskus mengingatkan bahwa eksistensi kebudayaan Dayak memiliki keterikatan yang mutlak dengan kelestarian alam sekitar. Ia pun mengajak tokoh adat, tokoh pendidikan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga lingkungan.

Baca juga :