Klaten, Gesuri.id — Anggota DPR RI, Didik Haryadi, menghadiri pagelaran wayang kulit yang dihelat di Rest Area Dukuh Kiyaran, Desa Tulung, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Sabtu (8/8).
Kehadiran legislator tersebut menjadi wujud dukungan nyata dalam mendorong masyarakat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Didik Haryadi menegaskan bahwa kesenian tradisional seperti wayang bukan sekadar tontonan atau sarana hiburan semata. Di balik setiap lakon yang dipentaskan, tersimpan kekayaan sejarah, nilai filosofi yang luhur, unsur pendidikan, serta pesan moral yang masih sangat relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat saat ini.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Menurutnya, kegiatan kebudayaan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat harus terus didukung dan diselenggarakan secara berkelanjutan. Selain berfungsi sebagai hiburan rakyat, pagelaran seni tradisional juga menjadi ruang komunal yang efektif untuk mempererat silaturahmi dan ikatan sosial antarwarga.
"Budaya harus terus kita uri-uri [lestarikan]. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal budaya tradisional dari cerita, tetapi tidak pernah melihat dan merasakan langsung pertunjukannya," ujar Didik.
Didik menilai bahwa keterlibatan generasi muda merupakan kunci utama dalam menjamin keberlanjutan warisan budaya lokal. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan para pelaku seni sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang kreatif agar anak-anak muda tertarik mengenal serta terlibat langsung dalam aktivitas kebudayaan.
Ia juga berharap agar pagelaran seni tradisional tidak berhenti sekadar sebagai agenda seremonial belaka. Kegiatan semacam ini idealnya mampu menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mengangkat potensi wisata budaya Kabupaten Klaten ke kancah yang lebih luas.
"Kalau masyarakat terus memberikan ruang, saya yakin kesenian tradisional akan tetap hidup. Ini bukan hanya tanggung jawab seniman, tetapi tanggung jawab kita bersama," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tulung, Heri Iswadi, menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih atas kehadiran dan perhatian yang diberikan oleh Didik Haryadi terhadap kegiatan kemasyarakatan di wilayahnya, khususnya dalam aspek pelestarian budaya.
Menurut Heri, kehadiran seorang wakil rakyat di tengah-tengah warga memberikan suntikan motivasi tersendiri bagi masyarakat Desa Tulung untuk terus aktif merawat tradisi leluhur.
"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi perhatian Pak Didik Haryadi. Kehadiran beliau memberikan semangat kepada masyarakat, khususnya dalam kegiatan pelestarian budaya seperti pagelaran wayang ini," ungkap Heri.
Baca: Ganjar Pranowo Desak DPR Segera Bentuk Pansus
Ia berharap dukungan serupa dapat terus terjalin di masa mendatang, sehingga berbagai potensi Desa Tulung baik di sektor kebudayaan, sosial, maupun pemberdayaan masyarakat—dapat berkembang secara optimal.
Pagelaran wayang di Rest Area Dukuh Kiyaran tersebut sendiri disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga setempat. Masyarakat dari berbagai kalangan usia tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan jalannya pertunjukan hingga larut malam.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan pergeseran tren hiburan modern, panggung kesenian tradisional terbukti masih memiliki daya tarik kuat sebagai ruang perjumpaan lintas generasi guna merawat dan meneruskan nilai-nilai luhur bangsa kepada anak cucu.

















































































