Kapuas Hulu, Gesuri.id – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, resmi menutup pergelaran adat Gawai Entibab Ningkau Kandau Bedangkan Tahun 2026 di Entibab, Desa Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu.
Dalam momentum tersebut, Bupati yang akrab disapa Sis ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu untuk terus menyokong pelestarian budaya lokal melalui berbagai program konkret, mulai dari pemberdayaan sanggar seni, penguatan komunitas adat, hingga dokumentasi warisan budaya tak benda.
"Saya berharap generasi muda terus mencintai dan melestarikan adat istiadat sebagai warisan berharga yang dapat mendukung pembangunan daerah, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kapuas Hulu," ujar Fransiskus dalam sambutannya.
Baca: Ganjar Pranowo Ingin Generasi Muda
Lebih lanjut, Fransiskus mengingatkan bahwa eksistensi kebudayaan Dayak memiliki keterikatan yang mutlak dengan kelestarian alam sekitar. Ia pun mengajak tokoh adat, tokoh pendidikan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga lingkungan.
“Mari kita jaga hutan, kita jaga sungai, kita rawat tanah leluhur. Budaya Dayak tidak bisa dilepaskan dari alam,” tegasnya.
Menurutnya, gawai bukan sekadar ritual ungkapan rasa syukur atas berkat dan hasil panen yang diperoleh masyarakat. Lebih dari itu, tradisi tahunan ini menjadi instrumen krusial untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menjaga benteng identitas budaya di tengah modernisasi.
Sebelumnya, kedatangan orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini disambut meriah oleh warga setempat. Prosesi penyambutan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Nanga Dangkan melalui pengalungan kain adat dan suguhan tuak adat.
Baca: Mengulik Gaya Kepemimpinan Transformasional Ganjar Pranowo
Rombongan kemudian diarak menuju panggung utama dengan iringan tarian tradisional yang apik. Suasana kian semarak berkat lantunan lagu-lagu daerah yang menggambarkan kekayaan seni budaya masyarakat Dayak setempat.
Sebagai simbolis, Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu didampingi para tokoh adat turut membuka tempayan tuak pemali. Pembukaan tempayan ini menandai puncak sekaligus penghormatan mendalam terhadap tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Agenda tahunan ini turut dihadiri oleh jajaran anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimcam Silat Hulu, perangkat desa, serta ratusan masyarakat yang antusias memadati lokasi acara sejak awal hingga akhir.

















































































