Yuni Indriany Minta Pemkot Lindungi Perajin Batik Lokal dari Gempuran Kain Impor

Yuni menekankan pentingnya edukasi masif mengenai perbedaan antara batik asli dan kain printing, khususnya bagi generasi muda.
Jum'at, 02 Oktober 2026 17:11 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

​Depok, Gesuri.id Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan masyarakat untuk memperkuat perlindungan terhadap perajin batik lokal dari gempuran produk kain bermotif cetak (printing) impor berharga murah.

​Menurut Yuni, edukasi kepada generasi muda serta penguatan regulasi penggunaan batik lokal di instansi resmi menjadi kunci utama agar warisan budaya sekaligus penopang ekonomi kerakyatan tersebut tetap bertahan.

​Harus ada edukasi dan regulasi yang melindungi perajin batik lokal. Jangan sampai warisan budaya kita justru dimanfaatkan pihak asing, tegas Yuni saat dimintai keterangan bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, Jumat (2/10).

Baca:Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

​Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok ini menilai, maraknya peredaran kain bermotif batik buatan mesin impor sangat merugikan ekosistem UMKM. Fenomena ini juga dinilai merusak nilai autentik karya para pembuat batik tulis maupun cap.

Baca juga :