Jakarta, Gesuri.id — Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan menjaga kelestarian warisan budaya nusantara.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Shanty Alda Nathalia, S.H., dalam akun media sosial Instagram.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Menurut Shanty, batik tidak boleh dipandang hanya sebatas selembar kain busana biasa. Lebih dari itu, batik merupakan warisan luhur yang sarat akan makna, nilai sejarah, serta filosofi kehidupan yang melambangkan jati diri bangsa Indonesia.
"Batik bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya yang menyimpan nilai, filosofi, dan identitas bangsa. Mari bangga mengenakan batik sebagai wujud cinta terhadap budaya Indonesia serta terus melestarikannya untuk generasi mendatang," tegas Shanty.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu mengenakan batik dalam berbagai kesempatan sehari-hari. Dengan bangga mengaitkan batik dalam gaya hidup modern, kelestarian kebudayaan lokal akan tetap terjaga dan terlindungi di tengah arus globalisasi.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Peringatan Hari Batik Nasional sendiri dirayakan setiap tahun untuk mengenang penetapan batik sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi) oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 silam.
Momentum ini diharapkan terus menggugah kesadaran kolektif warga negara untuk menjaga warisan budaya Indonesia agar tak punah ditelan zaman.


















































































