Kagum Nonton Tayangan Fiksi di Media Sosial TV

Oleh: Guntur Soekarno (Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI / Pemerhati Sosial).
Kamis, 15 Januari 2026 17:59 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id Beberapa hari yang lalu, penulis menyaksikan tayangan di salah satu kanal media sosial televisi yang menampilkan beberapa kisah fiksi (khayal). Di antaranya menyangkut pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sang Proklamator, Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno, yang dikenal juga dengan panggilan Bung Karno.

Dalam isi tayangan tersebut, Bung Karno menasihati Presiden Prabowo agar waspada dalam hari-hari mendatang pemerintahannya. Berbagai nasihat, saran, bahkan perintah diberikan oleh Bung Karno kepada Prabowo. Salah satu puncak tayangannya adalah saat Presiden Prabowo diajak Bung Karno ke lorong-lorong dan ruang rahasia yang berada di bawah atau kolong Istana Merdeka, Jakarta. Di kedalaman lorong tersebut, Bung Karno menyatakan bahwa Presiden Prabowo sudah siap menghadapi tantangan apa pun yang menghadang pemerintahannya di masa depan.

Tayangan lain yang menggelitik hati penulis adalah adanya pertemuan antara Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan atau Samudra Indonesia, dengan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam pertemuan tersebut, Nyi Roro Kidul juga menasihati Menteri Keuangan agar waspada dan siap menghadapi gejolak moneter yang akan melanda Nusantara.

Hal yang menarik bagi penulis adalah: mengapa tayangan tersebut mengambil sosok Presiden Sukarno dan Nyi Roro Kidul? Serta mengapa sosok yang ditampilkan adalah Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan Purbaya? Mungkin karena keduanya sedang menjadi sorotan publik dan media karena kepemimpinannya. Adakah rasa kebanggaan terhadap tokoh-tokoh tersebut oleh si pembuatnya?

Atau sebaliknya, hal ini menunjukkan kekhawatiran terhadap Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan Purbaya sehingga perlu menonjolkan ketokohan Bung Karno dan Nyi Roro Kidul agar mereka jauh lebih siap, kuat, dan tahan banting menghadapi segala persoalan serta gonjang-ganjing politik, hukum, ekonomi, sosial, dan keamanan. Terutama demi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa yang dipimpinnya sekarang di Indonesia, atau dalam skala lebih kecil di Kementerian Keuangan. Penulis tidak berani menduga lebih jauh.

Baca juga :