Jakarta, Gesuri.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta Pemerintah Provinsi memastikan kondisi jalan provinsi dalam keadaan mantap dan laik fungsi menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Anggota DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, mengatakan evaluasi arus mudik tahun sebelumnya harus menjadi dasar penyusunan langkah antisipatif tahun ini, terutama untuk menghindari kepadatan ekstrem dan peningkatan angka kecelakaan di jalur arteri maupun ruas jalan provinsi.
“Pengalaman tahun lalu menunjukkan masih terjadi antrean panjang di sejumlah jalur strategis, disertai peningkatan kecelakaan akibat faktor kelelahan pengendara dan kondisi jalan yang belum optimal. Tahun ini harus ada perbaikan yang lebih terukur,” ujarnya di Surabaya, Rabu.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Menurut dia, pola kepadatan arus mudik pada dasarnya dapat dipetakan setiap tahun, sehingga penanganan seharusnya tidak lagi bersifat reaktif.
Fraksi PDI Perjuangan menilai peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi aspek krusial.
Sejumlah ruas jalan provinsi, kata dia, masih ditemukan berlubang, bergelombang, serta tergenang akibat intensitas hujan yang tinggi.
Kondisi tersebut dinilai berisiko, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang selama ini mendominasi arus mudik di wilayah Jawa Timur.
Sebagai anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana menyatakan pihaknya akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap mitra kerja, antara lain Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Dinas Perhubungan Jawa Timur, dan Dinas PU Sumber Daya Air Jawa Timur.
Ia menegaskan Dinas PU Bina Marga perlu memastikan seluruh ruas jalan provinsi dan jembatan dalam kondisi laik sebelum puncak arus mudik.
Sementara itu, Dinas Perhubungan diharapkan menyiapkan rekayasa lalu lintas berbasis data evaluasi tahun sebelumnya, termasuk pengaturan kendaraan berat serta optimalisasi jalur alternatif.
Adapun Dinas PU Sumber Daya Air diminta memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik guna mencegah genangan yang dapat membahayakan pengguna jalan.
“Musim hujan mempercepat kerusakan jalan dan memicu genangan. Karena itu, kesiapan fisik infrastruktur harus benar-benar dipastikan, tidak cukup hanya dengan imbauan,” katanya.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Selain perbaikan fisik, Fraksi PDI Perjuangan juga mendorong keterbukaan informasi terkait titik rawan kemacetan dan kecelakaan agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan secara lebih aman dan efektif.
Menurut dia, arus mudik merupakan momentum tahunan yang menyangkut keselamatan jutaan warga, sehingga diperlukan koordinasi lintas sektor dan langkah antisipatif yang komprehensif.
“Lebaran harus menjadi momen kebahagiaan bagi masyarakat. Persiapan yang matang menjadi kunci agar perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar,” katanya.

















































































