Prof. Rokhmin Dahuri: Food Estate Papua dan Karhutla

Oleh: Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS,Guru Besar IPB University, Bogor/Komisi IV DPR RI.
Minggu, 13 September 2026 10:00 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Ambisi swasembada menuai dilema. Alih-alih memperkuat ketahanan pangan, yg terjadi malah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ya. Swasembada pangan mestinya memperkuat eksistensi sebuah wilayah. Bukan memperbesar kerentanan wilayah terhadap bencana.

Ironisnya, itulah yang terjadi di Merauke, Papua Selatan, ketika proyek strategis nasional bidang pangan berubah menjadi sumber kebakaran hutan dan lahan berskala luas.

Data analisis Yayasan Madani Berkelanjutan menyebutkan, area indikatif yang terbakar di Papua Selatan mencapai sekitar 95 ribu hektare per 20 Agustus 2026. Jumlah tersebut setara dengan hampir sepertiga dari total luas kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia hingga bulan yang sama.

Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar area yang terbakar diperkirakan separuhnya berada tepat di kawasan proyek food estate (FE). Di wilayah lumbung pangan yang tengah dikembangkan pemerintah di Merauke.
Kebakaran itu bukan sekadar angka statistik.

Baca juga :