Surabaya, Gesuri.id Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur memberikan peringatan keras kepada para wakil rakyat dari partainya yang berani mengabaikan kewajiban menyerap aspirasi konstituen di daerah pemilihan masing-masing.
Partai berlogo banteng moncong putih ini telah menyiapkan infrastruktur teknologi informasi (IT) termutakhir untuk memantau pergerakan dan kehadiran para kader secara ketat dan presisi.
Tidak ada lagi tempat melaporkan reses turun di titik A, ternyata tidak pernah turun di titik tersebut. Itu tidak akan pernah terjadi, tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, saat membuka acara konsolidasi internal di Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Baca:GanjarBangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Mekanisme pengawasan berbasis digital tersebut mewajibkan setiap anggota legislatif untuk menyerahkan bukti kehadiran riil di lapangan yang tidak sekadar berbekal dokumen administrasi administratif belaka. Sistem pelacakan terpadu ini dirancang khusus untuk mengunci koordinat lokasi secara akurat, sehingga potensi manipulasi atau ketidaksesuaian laporan kegiatan dapat terdeteksi langsung oleh sistem internal partai.