Kata Tokoh Timor Leste Tentang Megawati dan PDI Perjuangan: Berjasa Kawal Transisi Demokrasi dan Rawat Hubungan RI -Timor Leste

Kesaksian Tokoh Timor-Leste tentang PDI Perjuangan: Partai dengan Sejarah Panjang Tempat Belajar Demokrasi
Jum'at, 10 Juli 2026 22:02 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Dili, Gesuri.id -Momentum penganugerahan penghargaan tertinggi Grande Colar da Ordem de Timor-Leste kepada Presiden Kelima Republik Indonesia, Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, memantik pengakuan mendalam dari para petinggi Republik Demokratik Timor-Leste.

Tidak hanya mengagumi sosok Megawati sebagai personal, Presiden Jos Ramos-Horta, Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay, hingga Penasihat Senior Nelson Santos secara khusus menyoroti rekam jejak dan legasi historis PDI Perjuangan (PDIP) sebagai episentrum perjuangan demokrasi yang dampaknya terasa hingga ke Timor-Leste.

Presiden Timor-Leste, Jos Ramos-Horta, menegaskan bahwa sejarah panjang perjuangan Megawati tidak bisa dilepaskan dari partai yang dipimpinnya. Ramos-Horta secara khusus menunjuk peristiwa kelam era Orde Baru sebagai titik balik yang mematangkan mentalitas perjuangan kepartaian di Indonesia.

Peristiwa serangan 27 Juli 1996 (Kudatuli) terhadap markas PDI di Jakarta adalah momen penentu. Kekerasan hari itu mengubah Ibu Megawati menjadi simbol sipil paling menonjol dari perlawanan demokratis, yang darinya gerakan Reformasi kemudian lahir, ungkap Ramos-Horta, Jumat (10/7/2026)

Peristiwa Kudatuli tersebut dinilai menjadi fondasi kokoh yang melahirkan PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik yang memperjuangkan kedaulatan rakyat.

Baca juga :