Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Siti Aisyah, mendesak negara hadir untuk menyelesaikan konflik agraria yang berujung bentrokan antarwarga di Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Ia menilai persoalan yang berkaitan dengan lahan perkebunan sawit tersebut tidak cukup hanya diselesaikan dengan meredam bentrokan, tetapi harus membongkar akar masalah agar masyarakat tidak terus menjadi korban sengketa agraria yang berlarut-larut.
Rakyat tidak boleh terus menjadi korban dari konflik agraria yang berlarut-larut, kata Siti Aisyah, dikutip Jumat (11/9/2026).
Menurut Siti Aisyah, konflik penguasaan dan pemanfaatan lahan harus dilihat secara menyeluruh. Negara perlu memastikan status tanah, pihak yang menguasai, dasar penguasaan, perizinan yang dimiliki, hingga sejarah pengelolaan lahan yang kemudian menjadi sumber perselisihan.
Ia mengatakan, persoalan agraria yang tidak kunjung memperoleh kepastian hukum dapat memunculkan ketegangan sosial dan berpotensi memicu konflik horizontal. Terlebih, bentrokan di Desa Muara Langsat dilaporkan mengakibatkan tujuh orang mengalami luka-luka.