Relevansi Nilai Sumpah Pemuda Sebagai Landasan Generasi Muda Hadapi Teknologi dan Perubahan Budaya

Nilai-nilai Sumpah Pemuda harus terus diaktualisasikan sesuai dengan tantangan zaman. 
Senin, 26 Oktober 2026 14:01 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Subang, Gesuri.id - Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, Adityarini Christina Napitupulu, S.Sos., M.A., M.I.P., (c) M.M., menegaskan nilai-nilai Sumpah Pemuda harus terus diaktualisasikan sesuai dengan tantangan zaman.

Di era digital, semangat persatuan tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui sikap bijak bermedia sosial, menjaga toleransi, melawan hoaks, serta menghasilkan karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah penting yang menyatukan tekad pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang suku, agama, dan daerah untuk berbangsa dan bertanah air satu, yaitu Indonesia. Sumpah Pemuda membuktikan bahwa ego kedaerahan harus dikesampingkan demi tujuan yang lebih besar, yakni kemerdekaan dan keutuhan bangsa. Tanpa momen ini, perjuangan bangsa di masa lalu akan terus terpecah-pecah, kata Adityarini, Senin (26/10/2026).

Menurut Adityarini, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan para pemuda pada 1928. Jika dahulu persatuan menjadi modal utama untuk memperjuangkan kemerdekaan, kini nilai tersebut diuji melalui kemampuan generasi muda menghadapi polarisasi, penyebaran informasi palsu, dan berbagai bentuk provokasi di ruang digital.

Nilai Sumpah Pemuda saat ini tidak lagi diuji lewat pertempuran fisik, melainkan melalui cara kita menyikapi keberagaman di media sosial, melawan hoaks, menjaga toleransi, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu perpecahan. Semangat Sumpah Pemuda harus diteruskan melalui tindakan nyata, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, berkarya, berinovasi, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, ucapnya.

Baca juga :