Ikuti Kami

Denny Cagur Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotisme Pejuang 1928

​Denny menegaskan bahwa pesan utama dari agenda napak tilas ini adalah menyuntikkan kembali nilai-nilai persatuan Sumpah Pemuda.

Denny Cagur Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotisme Pejuang 1928
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Denny Cagur.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Denny Cagur, mengajak generasi muda untuk meneladani semangat patriotisme para pejuang 1928. 

Hal itu ditunjukkannya melalui kegiatan napak tilas sejarah yang melibatkan sekitar 500 peserta dari kalangan pelajar SMA dan organisasi kepemudaan di Jakarta, Minggu (25/10).

​Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda yang digagas untuk menghidupkan kembali ikatan persatuan dan kesatuan bangsa di kalangan generasi gen-Z.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​Denny menjelaskan bahwa rangkaian acara Sumpah Pemuda ini digelar secara bertahap, yakni pada 25 dan 28 Oktober. Dalam agenda napak tilas di Jakarta, para peserta diajak menyusuri tiga titik lokasi bersejarah, yaitu Museum Sumpah Pemuda, Gereja Katedral, dan Lapangan Banteng.

​Menurut legislator PDI Perjuangan tersebut, kegiatan ini dirancang agar generasi muda tidak sekadar mempelajari sejarah secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga merasakan langsung pengalaman empiris dengan mendatangi tempat-tempat bersejarah.

​"Pesertanya pelajar dan para pemuda, total berjumlah 500 orang," ujar Denny saat mengonfirmasi keterlibatan peserta.

​Refleksi Perjuangan 1928 di Era Digital

​Denny menegaskan bahwa pesan utama dari agenda napak tilas ini adalah menyuntikkan kembali nilai-nilai persatuan Sumpah Pemuda ke dalam jiwa anak muda zaman sekarang. 

Menurutnya, kemudahan fasilitas dan pesatnya perkembangan teknologi hari ini seharusnya menjadi pendorong untuk melahirkan karya-karya positif bagi bangsa.

​"Yang ingin disampaikan adalah bagaimana anak-anak muda hari ini bisa menyerap semangat Sumpah Pemuda, persis seperti yang dilahirkan oleh para pendahulu kita pada tahun 1928," kata Denny.

​Ia pun membandingkan tantangan zaman. Pada tahun 1928, para pemuda mampu menyatukan tekad dari seluruh penjuru Nusantara meski di tengah keterbatasan teknologi dan di bawah cengkeraman penjajahan.

​"Di zaman dulu belum ada media sosial, belum ada teknologi, belum ada kemajuan apa-apa. Bahkan kita belum merdeka, tetapi mereka bisa berkumpul dan bersatu dari seluruh Indonesia," tuturnya.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

​Oleh karena itu, Denny berharap keberadaan teknologi modern dan media sosial saat ini dapat dimanfaatkan secara bijak oleh generasi muda untuk mempererat tali persaudaraan nasional, bukan justru memicu perpecahan.

​Lebih lanjut, Denny menyampaikan bahwa rangkaian peringatan Sumpah Pemuda ini tidak hanya berpusat di Jakarta. Sebelumnya, agenda serupa telah sukses digelar di Yogyakarta.

​Di Jakarta sendiri, selain napak tilas, rangkaian acara diwarnai dengan berbagai kegiatan kebudayaan dan kebangsaan di area Lapangan Banteng serta Gedung Serbaguna Sumpah Pemuda. Melalui kegiatan interaktif ini, nilai-nilai kebangsaan diharapkan terus menancap kuat sebagai fondasi generasi penerus bangsa.

Quote