Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, meminta rumah sakit memberikan informasi yang jelas kepada keluarga pasien ketika kapasitas ruang perawatan telah penuh. Menurutnya, keluarga pasien tidak boleh dibiarkan menunggu tanpa mengetahui kondisi kamar, perkiraan antrean, maupun langkah pelayanan yang sedang dilakukan.
Harusnya diberi penjelasan, Bapak, ini kemungkinan waktu tunggunya sekian. Apalagi orang itu sampai meninggal, ya katanya. Saya tidak tahu meninggalnya kenapa. Tapi maksud saya, pihak rumah sakit harus menjelaskan dulu, kata Anhar, dikutip Jumat(28/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kabar mengenai seorang pasien yang disebut menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan sebelum kemudian dikabarkan meninggal dunia.
Anhar tidak menyimpulkan bahwa waktu tunggu menjadi penyebab kematian karena persoalan tersebut membutuhkan informasi yang lebih lengkap. Namun, kejadian itu menurutnya tetap perlu menjadi bahan evaluasi, terutama terkait mekanisme pelayanan ketika kamar perawatan belum tersedia.
Jangan sampai orang didiamkan tapi enggak ada kejelasan, sekian jam. Ini yang akhirnya orang bingung mau melapor ke mana. Ya, akhirnya curhat ke sana, ucapnya.