Sri Untari Usulkan Perluasan PJJ, 44 Ribu Anak Tak Sekolah di Jatim

Sri Untari menilai persoalan anak tidak sekolah tidak bisa ditangani hanya dengan satu pendekatan.
Sabtu, 07 November 2026 01:07 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Surabaya, Gesuri.id - Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengusulkan perluasan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk menjangkau sekitar 44 ribu anak tidak sekolah (ATS) di Jawa Timur.

Skema pendidikan yang lebih fleksibel dinilai dapat membuka kembali akses belajar bagi anak-anak yang terkendala ekonomi, pekerjaan, pernikahan dini, maupun aktivitas khusus seperti atlet, Jumat (6/11/2026).

Sri Untari menilai persoalan anak tidak sekolah tidak bisa ditangani hanya dengan satu pendekatan. Pemerintah daerah perlu memetakan secara presisi penyebab dari setiap kasus agar intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing anak.

Anak tidak sekolah ini penyebabnya macam-macam, antara lain ada yang harus bekerja membantu orang tua, kemudian menikah, menjadi atlet, dan ada pula yang memang tidak ingin sekolah. Nah, bagi yang tidak ingin sekolah ini harus digarap tersendiri, ujar Sri Untari.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi, tetapi masih memiliki keinginan kuat untuk belajar, perlu mendapatkan fasilitas pendidikan alternatif.
Perluasan PJJ menjadi salah satu opsi yang sangat potensial. Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, anak-anak tetap bisa mengakses pendidikan tanpa harus sepenuhnya meninggalkan pekerjaan atau aktivitas penting lainnya.

Baca juga :