​17 Tahun KUR Berjalan, BAKN DPR Desak Evaluasi Total dan Pendampingan UMKM

Besarnya anggaran negara yang dialokasikan melalui KUR belum sepenuhnya mampu mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Jum'at, 07 Agustus 2026 11:49 WIB Jurnalis - Kristin Tambunan

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, mendorong pemerintah mengevaluasi efektivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah berjalan selama 17 tahun. Menurutnya, program pembiayaan bagi pelaku usaha mikro harus dibarengi pendampingan usaha agar mampu mendorong UMKM naik kelas, bukan sekadar menyalurkan modal.

Pernyataan itu disampaikan Andreas saat berdialog dengan pelaku UMKM dan penggerak pariwisata di Gelora Garden, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (6/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Andreas menyerap berbagai aspirasi pelaku usaha, mulai dari akses permodalan yang lebih fleksibel, perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI), hingga penguatan pemanfaatan bahan baku lokal.

Baca:GanjarBangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa

Menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan itu, besarnya anggaran negara yang dialokasikan melalui KUR belum sepenuhnya mampu mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

Baca juga :