Jakarta, Gesuri.id – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendorong pemerintah untuk segera memberikan afirmasi melalui program perlindungan sosial yang lebih berpihak kepada pekerja di sektor informal.
Langkah ini dinilai mendesak guna menekan laju ketimpangan sosial di tengah masyarakat.
"Saya berharap ada program afirmasi dari pemerintah untuk memberikan berbagai program jaminan sosial, terkhusus ditujukan terhadap para pekerja informal, seperti beasiswa, kemudahan akses BPJS, hingga perluasan lapangan kerja," kata Said dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8).
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
Said menilai bahwa masih tingginya jurang pemisah antara tenaga kerja formal dan informal turut berkontribusi terhadap kenaikan rasio gini. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), angka gini rasio pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,368, meningkat dibandingkan periode September 2025 yang berada di angka 0,363. Kenaikan ketimpangan tersebut paling dirasakan di wilayah perkotaan, yakni dari 0,383 naik menjadi 0,387.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa pekerja sektor formal relatif lebih mampu bertahan dan berkembang karena terlindungi oleh berbagai program jaminan sosial. Sebaliknya, pekerja sektor informal jauh lebih rentan terhadap hantaman inflasi, khususnya pada sektor transportasi, pendidikan, kesehatan, dan bahan makanan.
Berdasarkan data ketenagakerjaan, jumlah pekerja formal tercatat meningkat dari 59,93 juta orang (Februari 2026) menjadi 60,31 juta orang atau sekitar 40,7 persen pada Mei 2026. Di sisi lain, jumlah pekerja informal juga naik dari 87,74 juta orang menjadi 87,88 juta orang atau sekitar 59,3 persen pada periode yang sama.
Baca: Ini Deretan Program Ganjar Pranowo
Kendati demikian, proporsi tersebut menunjukkan pergeseran yang perlu diwaspadai. Dibandingkan akhir tahun lalu (November 2025) di mana proporsi pekerja formal mencapai 42,3 persen dan informal 57,7 persen, terjadi peningkatan proporsi pekerja informal sebesar 1,6 persen dalam kurun waktu satu semester.
"Artinya, dalam satu semester ini, proporsi tenaga kerja informal meningkat 1,6 persen dibandingkan akhir tahun lalu, dan proporsi pekerja formal menurun 1,6 persen," ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.
Oleh karena itu, Said menegaskan bahwa tantangan utama ke depan adalah membalikkan keadaan agar proporsi tenaga kerja formal bisa lebih besar dibandingkan sektor informal. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui perbaikan iklim usaha khususnya di sektor industri dan perdagangan serta konsistensi dalam mendorong perluasan akses inklusi pendidikan tinggi bagi masyarakat luas.

















































































