Alex Indra Lukman Desak Pemerintah Bertindak Extraordinary Atasi Karhutla Kalimantan

Pada tahun 1997-1998 lalu, Indonesia juga dilanda fenomena El Nino yang kemudian menyebabkan krisis besar.
Jum'at, 21 Agustus 2026 20:01 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendesak pemerintah bertindak secara extraordinary untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan. Menurutnya, dampak Karhutla kini telah meluas ke berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi.

Pada tahun 1997-1998 lalu, Indonesia juga dilanda fenomena El Nino yang kemudian menyebabkan krisis besar, karena memicu kebakaran di lebih dari 9 juta hektare lahan Kalimantan. Peristiwa itu kemudian jadi bencana lingkungan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-20. Ini tidak boleh berulang sekarang ini, tegas Alex Indra Lukman dalam pernyataan tertulis, Kamis (20/8).

Alex menyampaikan desakan tersebut merespons kondisi Karhutla Kalimantan yang semakin berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat. Indeks kualitas udara (AQI) di Palangka Raya bahkan mencapai 487 pada 19 Agustus 2026 dan masuk kategori berbahaya.

Kabut asap pekat akibat Karhutla juga telah mengganggu aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan menunda jam masuk sekolah SD dan SMP hingga pukul 08.00 WIB, sementara pendidikan anak usia dini (PAUD) dialihkan ke pembelajaran jarak jauh. Di sejumlah wilayah, jarak pandang juga turun drastis hingga 1,4 kilometer.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Agustus 2026, terdapat total 1.487 titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Kalimantan. Rinciannya, 767 titik di Kalimantan Tengah, 441 titik di Kalimantan Barat, 315 di Kalimantan Tengah, 34 titik di Kalimantan Selatan dan 17 titik di Kalimantan Utara.

Baca juga :