Ikuti Kami

Diana Sasa Minta Pengurus dan Kader Partai Jangan Hanya Menonton Saat Ada Karhutla

"Turun, koordinasi dengan petugas, tanyakan apa yang dibutuhkan dan bantu sesuai kemampuan. Keselamatan tetap yang utama."

Diana Sasa Minta Pengurus dan Kader Partai Jangan Hanya Menonton Saat Ada Karhutla
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa mengerahkan pengurus dan kader partai di tingkat kecamatan hingga desa untuk membantu petugas dan relawan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi selama musim kemarau di wilayah setempat.

“Kalau di wilayahnya terjadi kebakaran hutan dan lahan, pengurus dan kader jangan hanya menonton. Turun, koordinasi dengan petugas, tanyakan apa yang dibutuhkan dan bantu sesuai kemampuan. Keselamatan tetap yang utama,” kata Diana, Sabtu (3/9/2026).

Diana mengatakan, pengurus dan kader PDI Perjuangan di setiap wilayah diminta berperan aktif membantu penanganan karhutla sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Keterlibatan tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan serta berkoordinasi dengan petugas yang menangani kebakaran.

Ia meminta kader tidak perlu menunggu instruksi teknis dari DPC untuk memberikan bantuan ketika terjadi karhutla di wilayah masing-masing. Namun, setiap bentuk keterlibatan tetap harus dikoordinasikan dengan petugas agar tidak mengganggu proses pemadaman maupun membahayakan keselamatan kader.

Menurut Diana, kader yang berada di tingkat kecamatan dan desa memiliki posisi yang dekat dengan masyarakat sehingga dapat membantu menyampaikan informasi maupun mengidentifikasi kebutuhan di lapangan. Dukungan tersebut dapat diberikan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing wilayah.

Selain mengerahkan kader, DPC PDI Perjuangan Magetan juga menyalurkan bantuan logistik berupa makanan dan minuman bagi petugas serta relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Diana mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar yang dapat segera dipenuhi ketika petugas dan relawan menjalankan tugas pemadaman di lapangan. Menurutnya, dukungan logistik menjadi salah satu bentuk bantuan yang dapat dilakukan untuk menunjang kerja para petugas dan relawan.

“Kami mulai dari yang sederhana dan memang dibutuhkan. Teman-teman bekerja berjam-jam di lapangan, tentu kebutuhan makan dan minum juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Ia menegaskan keterlibatan DPC PDI Perjuangan Magetan dalam penanganan karhutla tidak berhenti pada penyaluran bantuan logistik. Pihaknya juga akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kebutuhan penanganan kebakaran di berbagai wilayah.

“Kami akan berkomunikasi dengan pihak terkait. Kami ingin tahu apa yang bisa dibantu oleh partai dan jaringan kader kami. Kalau yang dibutuhkan tenaga, logistik, sosialisasi kepada masyarakat atau bentuk dukungan lainnya, nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ucapnya.

Diana mengatakan bentuk dukungan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi di masing-masing lokasi. Menurutnya, koordinasi dengan petugas diperlukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak mengganggu upaya pemadaman yang sedang berlangsung.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, hingga 29 September 2026 tercatat sebanyak 56 kejadian karhutla di wilayah tersebut. Luas area yang terdampak dari berbagai kejadian tersebut mencapai sekitar 139 hektare.

Puluhan kejadian karhutla tersebut tersebar di 14 kecamatan. Sejumlah wilayah juga telah dipetakan sebagai kawasan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran, antara lain Kecamatan Kawedanan, Parang, Panekan, Plaosan, Lembeyan, dan Maospati.

Kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan hutan, tetapi juga ditemukan di sejumlah lahan lainnya. Karhutla tercatat terjadi di kawasan Gunung Bancak dan Gunung Lawu serta lahan tebu.

Dalam penanganannya, petugas gabungan bersama relawan dan masyarakat terlibat dalam upaya pemadaman di sejumlah lokasi. Kondisi medan dan luas area yang terbakar menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam proses penanganan kebakaran.

Diana meminta masyarakat turut meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan perhatian terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan titik api atau kebakaran. Respons lebih awal dinilai penting agar api tidak semakin meluas dan penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

“Untuk sekarang prioritasnya api tertangani, petugas dan relawan terbantu, masyarakat juga waspada. Persoalan lain tentu nanti perlu kita lihat dan evaluasi serta koordinasikan bersama dengan pihak terkait,” ujarnya.

Diana menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari petugas, relawan, masyarakat, pemerintah daerah, hingga unsur lainnya. Karena itu, DPC PDI Perjuangan Magetan akan terus mendorong jaringan kader untuk ikut membantu sesuai kapasitas dan kebutuhan di lapangan.

Dengan meningkatnya kejadian karhutla selama musim kemarau, kewaspadaan masyarakat dan koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran meluas. DPC PDI Perjuangan Magetan juga akan menyesuaikan bentuk dukungan berdasarkan perkembangan kondisi karhutla di wilayah tersebut.

Quote