Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendorong pemerintah menugaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengoordinasikan pengumpulan data mengenai ancaman dan potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan beriringan dengan musim kemarau pada 2026. Menurutnya, pemetaan risiko yang akurat menjadi kunci agar langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Data yang akurat, akan memudahkan penyusunan rencana antisipasi secara lebih komprehensif. Juga akan memudahkan DPR melakukan pengawasan dan evaluasi, kata Alex, dikutip Jumat (31/7/2026).
Alex menyampaikan pernyataan tersebut sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pemerintah untuk menyiapkan langkah menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik ancaman yang berbeda sehingga strategi penanganannya tidak dapat disamaratakan.
Potensi masalah yang akan dihadapi di setiap daerah akan berbeda satu sama lain sesuai karakteristiknya masing-masing. Karenanya, kemampuan BNPB mengorkestrasi pengumpulan data akan menghasilkan langkah antisipasi secara lebih akurat, terukur, dan tepat sasaran, jelasnya.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah provinsi, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Karena itu, ia meminta Kementerian Kehutanan memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.