Malang, Gesuri.id Polemik mengenai kepastian lokasi pembangunan Alun-Alun Kabupaten Malang kian memanas. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, melontarkan kritik pedas bernada satire terhadap pihak-pihak yang mengklaim bahwa lokasi proyek tersebut telah dipindahkan hingga tiga kali.
Pria yang akrab disapa Adeng ini menilai, perdebatan yang bergulir belakangan ini tidak lagi sehat karena lebih menonjolkan sentimen senioritas ketimbang argumentasi berbasis data dan dokumen resmi.
Kalau ada yang membawa-bawa senioritas, saya kira itu sudah tidak sehat, pernyataan emosional. Senioritas itu ukuran kecakapan menjalankan fungsi legislasi. Mau tiga periode, lima periode, bahkan tujuh kali muter gedung DPRD, kalau fungsi legislasinya tidak jalan ya yang bekerja hanya paru-parunya. Politik itu butuh gagasan, bukan sekadar kemampuan menghirup oksigen, sindir Adeng, Senin (1/7/2026).
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Menurut Adeng, pengalaman panjang di parlemen akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan kemampuan memahami dokumen negara dan fungsi legislasi dengan baik.