Bonnie Soroti Soal Ekosistem Vokasi & Deindustrialisasi Jadi Penyebab Tingginya Pengangguran di Banten

Pendidikan vokasi tidak bisa dipandang gagal secara total. Masalah dasarnya terletak pada ketiadaan ekosistem yang terintegrasi.
Senin, 21 September 2026 17:33 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

​Serang, Gesuri.id Angka pengangguran masih menjadi persoalan serius di Provinsi Banten. Salah satu penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian (mismatch) antara lulusan lembaga pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, di mana jumlah lowongan tidak sebanding dengan pencari kerja.

​Isu mendasar tersebut dikupas dalam diskusi Obrolan Mang Fajar bertajuk Mencari Titik Temu Lulusan Pendidikan dan Dunia Kerja yang digelar di Ruang Rapat Kantor Harian Umum Kabar Banten, Kota Serang, Jumat (19/9).

​Diskusi yang dipandu Pemimpin Redaksi Kabar Banten Maksuni Husen ini menghadirkan Anggota DPR RI Bonnie Triyana, Direktur SDM PT Krakatau Posco Iip Arief Budiman, serta Wakil Rektor III Untirta Prof. Dr. Ing. Ir. Asep Ridwan.

Baca:9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​Dalam pemaparannya, Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menyoroti tingginya angka pengangguran dari lulusan pendidikan vokasi. Berdasarkan data, sekitar 50 persen lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak terserap pasar kerja, padahal SMK dirancang untuk menyiapkan tenaga siap kerja.

Baca juga :