Probolinggo, Gesuri.id Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong pemerintah untuk menyusun indikator pencegahan bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara jelas dan terukur.
Langkah ini dinilai mendesak agar penanganan bencana tidak lagi berorientasi pascakejadian, melainkan berfokus pada mitigasi risiko sejak awal.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Andri Wahyudi, menegaskan bahwa wilayah rawan bencana memerlukan standar kesiapsiagaan yang konkret.
Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Kalau wilayah rawan kekeringan dan karhutla sudah bisa dipetakan, hukum seharusnya tidak menunggu bencana terjadi baru bergerak. Data risiko harus menjadi dasar perencanaan, penganggaran, pencegahan, hingga pengawasan, tegas Andri dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).