Ikuti Kami

Jangan Anggap Sepele Batuk! Vita Ervina Wanti-Wanti Lonjakan Kasus TB di Magelang

​Vita menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih sering mengabaikan gejala awal seperti batuk berkepanjangan dan demam.

Jangan Anggap Sepele Batuk! Vita Ervina Wanti-Wanti Lonjakan Kasus TB di Magelang
Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menyoroti masih rendahnya capaian penemuan kasus Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Magelang yang baru menyentuh angka 57 persen dari target Provinsi Jawa Tengah. 

Ia menilai kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal dan peran aktif keluarga menjadi faktor penentu untuk menekan tren kenaikan kasus TB di wilayah tersebut.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​"Kami fokus pada penekanan tuberkulosis karena penderita TB di Magelang ada tren kenaikan. Data saat ini menunjukkan capaian skrining penderita TB baru sekitar 57 persen dari target Jawa Tengah," tegas Vita saat sosialisasi penanggulangan TB bersama Kementerian Kesehatan RI di Rumah Aspirasi Mungkid, Kabupaten Magelang, Jumat (11/9).

​Vita menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih sering mengabaikan gejala awal seperti batuk berkepanjangan dan demam. Akibatnya, pasien terlambat mendapatkan penanganan medis dan berisiko menularkan penyakit ke anggota keluarga lainnya. 

Untuk itu, ia mendorong kaum ibu—khususnya kader PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT)—menjadi benteng utama deteksi dini di rumah tangga.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​"Ibu-ibu ini yang paling tahu kondisi di rumah. Jika ada keluarga yang batuk tidak sembuh-sembuh atau demam, bisa segera dikenali gejalanya dan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat," ujar Vita di hadapan 400 peserta dari Kecamatan Borobudur, Pakis, Sawangan, Dukun, dan Salam.

​Selain deteksi dini, Vita menekankan dua poin krusial lain: kedisiplinan pengobatan dan penghapusan stigma sosial. Menurutnya, pengobatan TB membutuhkan komitmen minimal enam bulan secara tuntas tanpa terputus agar pasien tidak mengalami resistensi obat atau mengulang terapi dari awal.

​"Dukungan lingkungan sangat dibutuhkan agar pasien termotivasi untuk sembuh total. Kami juga berharap tenaga kesehatan di Puskesmas maupun Posyandu lebih proaktif melakukan edukasi dan skrining lebih awal guna menekan risiko penularan," pungkasnya

Quote