Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti fenomena perkawinan campuran antar Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Warga Negara Asing (WNA) yang semakin meningkat seiring dengan perubahan zaman dan kemajuan teknologi.
Satu hal yang pasti, saya yakin kita semua di sini juga sudah memahami ya, bahwa cinta tidak mengenal batas negara, Apalagi sekarang, dimana kita sedang tinggal di dunia yang semakin menjadi borderless, dengan kemajuan teknologi, kemudahan orang bepergian. Sekarang ini mencari jodoh itu tidak hanya di dalam negeri, Bapak-Ibu, ujar Charles Honoris saat memberikan tanggapan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IX DPR RI dengan Pengurus Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia (PERCA Indonesia) serta Aliansi Perkawinan Antar Bangsa (APAB) yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin (26/1).
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur
Dengan dinamika sosial seperti itu, menurutnya kondisi tersebut membuat revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjadi sangat penting agar lebih adaptif terhadap realitas sosial.
Mungkin kalau dulu zamannya ibu-ibu yang di sini, ketemunya harus fisik. Tapi sekarang saya ketemu banyak teman-teman yang ketemu jodohnya itu secara online, Bapak-Ibu. Jadi ke depan, situasi yang dihadapi oleh ibu-ibu dan bapak-bapak dan keluarganya, saya yakin akan semakin banyak di Indonesia, Sehingga revisi aturan ini sangat-sangat diperlukan lanjutnya.