Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mempertanyakan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang tetap memberikan insentif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditutup sementara.
Menurut Charles, kebijakan tersebut bukan hanya mengherankan, melainkan juga bermasalah dari segi moral dalam penggunaan anggaran negara.
Pernyataan Kepala BGN bahwa pihaknya tetap menggelontorkan insentif Rp6 juta per hari kepada SPPG yang ditutup sementara bukan sekadar cacat logika, melainkan sebuah skandal moral dan penghinaan telanjang terhadap nalar publik, ujar Charles dalam keterangannya kepada Kompas.com, Rabu (29/4).
Bagaimana mungkin pihak yang telah lalai hingga menyebabkan rakyat keracunan -sebuah kegagalan fatal dalam pelayanan publik- justru tetap mendapatkan guyuran Rp6 juta setiap harinya? imbuh dia.
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu