Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Kepala SKK Migas membahas realisasi cost recovery kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi tahun 2024 dan 2025, di Ruang Rapat Komisi XII, Senayan, Jakarta, Senin (7/9).
Cornelis menyoroti kenaikan cost recovery yang menurutnya harus diukur dengan efektivitas kegiatan hulu migas, peningkatan produksi, eksplorasi, dan manfaat yang diterima negara.
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Data SKK Migas menunjukkan realisasi cost recovery meningkat dari sekitar USD7,62 miliar pada 2024 menjadi USD8,43 miliar pada 2025 atau naik sekitar 10,6 persen. Namun, tingkat realisasinya terhadap WPB justru turun dari 88 persen menjadi 86 persen.
Cornelis menilai kondisi tersebut perlu dievaluasi secara lebih mendalam. Pasalnya, total komponen biaya operasi juga meningkat dari USD7,6 miliar menjadi USD8,4 miliar. Yang cukup menonjol adalah komponen depresiasi yang melonjak dari USD1,2 miliar menjadi USD1,8 miliar atau sekitar 50 persen, sementara eksplorasi dan pengembangan hanya naik dari USD2,1 miliar menjadi USD2,2 miliar.