Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Maria Lestari, mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memperkuat dukungan teknologi pascapanen bagi para petani kopi di berbagai daerah.
Ia menegaskan, potensi besar kopi Indonesia di pasar internasional harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produksi, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), dan penguasaan teknologi dari hulu ke hilir.
"Kami berpesan agar Kementerian Perindustrian menyediakan teknologi pascapanen bagi para petani. Penguatan industri kopi tidak cukup hanya mengandalkan besarnya potensi, tetapi harus dibarengi intervensi teknologi dan pembinaan," ujar Maria saat mengunjungi pabrik kopi Kapal Api di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/9).
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Barat I ini menilai, pemanfaatan potensi kopi nasional perlu dimaksimalkan sejak proses pembibitan, budidaya, hingga pengolahan pascapanen.
Tanpa penguatan teknologi dan mutu SDM, potensi komoditas kopi daerah dinilai tidak akan memberikan nilai tambah yang optimal bagi kesejahteraan petani.
"Harus ada SDM yang kompeten, teknologi pertanian yang baik, dan tentunya kualitas produk yang terus ditingkatkan," tegas politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Selain penguatan teknologi, Maria juga mendorong kolaborasi erat antara industri skala besar dan UMKM lokal, seperti menjamurnya kedai-kedai kopi daerah. Menurutnya, ekosistem pasar lokal yang tumbuh pesat dapat menjadi penyerap utama hasil panen petani.
"Produk lokal bisa memberikan harapan dan kepastian pendapatan bagi petani kita. Dampak ekonominya jauh lebih besar jika kopi lokal masuk ke pasar daerah," jelas Maria.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Khusus untuk wilayah Kalimantan Barat, Maria mengakui industri kopi setempat belum sebesar sentra utama lainnya.
Oleh karena itu, ia mendesak Kemenperin mengagendakan bimbingan teknis (Bimtek) berkelanjutan bagi petani lokal, mencakup tata cara pembibitan, perawatan, hingga pengolahan pascapanen.
"Potensi kopi kita sudah mendunia. Sekarang tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan langsung oleh petani dan pelaku usaha lokal," pungkasnya.

















































































