Jakarta, Gesuri.id — Peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Jumat (4/9/2026) malam memicu sebaran abu vulkanik hingga ke lima provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
Selain mengganggu lalu lintas penerbangan dan aktivitas warga, paparan debu vulkanik ini berpotensi kuat memicu krisis kesehatan masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Obet Rumbruren, mendesak pemerintah untuk segera memperkuat langkah mitigasi dan perlindungan terhadap warga terdampak.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Obet menjelaskan bahwa paparan abu vulkanik berisiko tinggi menimbulkan gangguan kesehatan pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Gejala yang timbul mulai dari iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga perburukan kondisi penderita asma serta Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
"Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penderita penyakit paru kronis menghadapi risiko yang jauh lebih tinggi," ujar Legislator asal Daerah Pemilihan Papua Barat tersebut.
Meski mengapresiasi penetapan status Level III (Siaga) dengan radius bahaya 3 kilometer oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta imbauan siaga dari Kementerian Kesehatan, Obet menilai respons di lapangan masih harus ditingkatkan secara cepat dan terkoordinasi.
Guna mengantisipasi dampak yang makin meluas, Obet mendesak pemerintah mengambil langkah konkret berikut:
1. Penguatan Koordinasi Inter-Lembaga: Mempererat sinergi antara Kemenkes, BNPB, PVMBG/Badan Geologi, Kemendagri, dan Pemda setempat untuk pemantauan kualitas udara, distribusi Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, dan kesiapan fasilitas kesehatan.
2. Jaminan Pasokan Medis: Memastikan ketersediaan stok obat-obatan, tabung oksigen, serta kesiapan tenaga medis di puskesmas dan rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan pasien.
3. Pusat Informasi Resmi dan Perlindungan Ekstra: Menyajikan data kualitas udara yang akurat dan transparan demi mencegah kepanikan, serta memberikan perhatian khusus bagi kelompok rentan di area terdampak paling parah.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Obet imbau masyarakat di kawasan terdampak abu vulkanik untuk tetap tenang namun waspada. Ia merekomendasikan beberapa langkah antisipasi mandiri:
- Membatasi aktivitas di luar ruangan.
- Menggunakan masker yang memadai saat terpaksa keluar rumah.
- Menutup rapat jendela dan ventilasi rumah.
- Membersihkan area kulit atau permukaan benda yang terpapar abu menggunakan air bersih.
- Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami batuk terus-menerus, sesak napas, atau iritasi mata parah.
"Fraksi PDI Perjuangan DPR RI akan terus mengawasi pelaksanaan kebijakan mitigasi ini. Keselamatan rakyat adalah prioritas utama, dan kami berharap pemerintah merespons situasi ini secara cepat dan terukur," tutupnya.

















































































