Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto, menyoroti kondisi keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dinilai semakin berat akibat lonjakan utang proyek Kereta Cepat IndonesiaChina (KCIC) atau Whoosh.
Jika tren ini berlanjut, total utang KAI bisa menembus Rp 6 triliun pada tahun depan dan berpotensi membebani anak usaha lainnya, kata Darmadi, dikutip Minggu(29/3/2026).
Sorotan tersebut muncul setelah Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam rapat bersama Komisi VI DPR pada Agustus 2025 mengakui bahwa proyek kereta cepat Whoosh berpotensi menjadi beban keuangan serius bagi perusahaan apabila tidak segera dilakukan restrukturisasi.
Bahkan, Bobby menyebut proyek tersebut bisa menjadi bencana finansial jika langkah penanganan tidak dilakukan secara tepat dan cepat. Untuk itu, KAI berencana menggandeng Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam proses restrukturisasi utang KCIC.
Darmadi mengungkapkan, dalam enam bulan terakhir beban finansial KAI telah mencapai Rp1,2 triliun, dengan porsi utang KCIC sebesar Rp950 miliar. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tidak berdampak pada kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan.