Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mencatat total utang paylater perbankan di Indonesia telah menembus Rp30,71 triliun hingga Juni 2026, tumbuh sebesar 33,54% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dengan jumlah rekening telah mencapai 32,8 juta. Belum lagi, pinjol tunai yang telah menembus Rp105,14 triliun atau naik 25,88 persen.
Pertanyaannya, pemerintah melihat angka ini sebagai prestasi atau justru alarm? Karena buat saya yang bikin kepikiran bukan cuma utangnya yang naik, tapi orang berutang itu buat apa? ujar Darmadi, dikutip Kamis (6/8/2026).
Darmadi melanjutkan, 93,01 persen pembiayaan paylater terpakai buat konsumsi. Bukan buat investasi, bukan buat modal usaha. Tercatat, untuk investasi hanya 5,57 persen, sementara untuk modal kerja hanya 1,43 persen.
Berdasarkan survei APJI, yang paling banyak menggunakan pinjol adalah generasi milenial, yaitu 45,6 persen dengan alasannya bukan karena mau hidup mewah, melainkan banyak yang pinjam karena mendesak.
Contohnya, untuk biaya kesehatan, buat belanja kebutuhan sehari-hari, buat bayar tagian listrik dan air.