Data Desil DTSEN Dinilai Kacau, Sri Untari Peringatkan Risiko Ratusan Ribu Warga Miskin Terdepak Bansos

Untari memperingatkan bahaya exclusion error—kondisi saat warga yang benar-benar miskin justru terdepak dari daftar penerima bantuan.
Jum'at, 11 September 2026 09:41 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Penentuan tingkat kesejahteraan (desil) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menuai kritik keras. Ketua Komisi E yang juga Penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menilai indikator penentuan desil masyarakat oleh pemerintah pusat masih jauh dari kata cermat.

​Menurut Untari, kekacauan data ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan berdampak langsung pada hak masyarakat miskin untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos), fasilitas kesehatan, hingga akses pendidikan.

​Kami sungguh prihatin. Saya sudah turun langsung ke berbagai komunitas masyarakat. Penentuan desil ini menurut saya kurang cermat dan tidak menggambarkan kondisi ekonomi warga secara utuh, cetus Untari, Rabu (9/9).

Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur

​Untari menyoroti penilaian yang terlalu menitikberatkan pada fisik bangunan rumah. Ia mencontohkan, banyak warga yang secara ekonomi tergolong tidak mampu, tetapi menempati rumah bagus karena faktor warisan atau milik mertua.

Baca juga :