Sambas, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus mengritik keras pemerintah, sebab wajah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Sambas tidak mencerminkan kedaulatan bangsa.
Layanan publik di sana minim. Akses jalan dan transportasi jauh tertinggal. Sementara, di seberang, Malaysia melesat maju. Jalannya mulus. Masyarakatnya sejahtera, ujarnya saat rapat koordinasi Komisi II DPR RI dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan pihak Kemendagri, di Aula Kantor Bupati Sambas, dikutip Jumat (28/11).
Lebih serius lagi, lanjut Deddy, arus pekerja migran ilegal yang masuk lewat jalur perbatasan Sambas ke Sarawak tak pernah berhenti. Data mencatat, sepuluh ribu orang bekerja tanpa dokumen ke Negeri Jiran dalam setahun. Mayoritas buruh kasar.
Risikonya gaji tak dibayar, ditahan dan dideportasi. Tahun berganti, masalah tetap sama. Siklus kekerasan terhadap pekerja migran tak kunjung putus, ungkapnya.
Dengan berbagai persoalan itu, Deddy menilai negara gagal menjaga kedaulatan perbatasan.