Dorong Akurasi Data, Sofyan Tan Desak Evaluasi Kebijakan Pendidikan Berbasis Desil

Ia menyoroti fenomena ketidakakuratan data yang sering kali merugikan masyarakat dari kelompok ekonomi lemah.
Rabu, 19 Agustus 2026 17:55 WIB Jurnalis - Kristin Tambunan

Medan, Gesuri.id Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menekankan pentingnya validitas data dalam Sensus Ekonomi 2026 agar pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya di sektor pendidikan. Ia menyoroti fenomena ketidakakuratan data yang sering kali merugikan masyarakat dari kelompok ekonomi lemah.

Pernyataan tersebut disampaikan Sofyan Tan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi X DPR RI bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara, Selasa (18/8/2026).

Sofyan Tan mencontohkan banyak siswa dari keluarga prasejahtera gagal mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah karena terkendala sistem desil yang dinilai tidak mencerminkan kondisi ekonomi riil di lapangan. Padahal, menurutnya, pendidikan adalah kunci utama bagi masyarakat miskin untuk meningkatkan taraf hidup dan keluar dari jerat kemiskinan.

Baca:Ini 5 Kutipan InspiratifGanjarPranowo Tentang Anak Muda

Baca juga :