Ikuti Kami

Kemarau Panjang di Gunungkidul, PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Air Bersih "Toya Tondo Tresno"

Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian utama.

Kemarau Panjang di Gunungkidul, PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Air Bersih

Gunungkidul, Gesuri.id — Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Gunungkidul kembali memicu krisis air bersih. Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah.

​Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, My Esti Wijayanti yang diwakili oleh Anggota DPRD DIY Demas Kursiswanto bersama Anggota DPRD Gunungkidul Sigit Subarno menggelar aksi sosial bertajuk "Toya Tondo Tresno" Selasa (18/8/2026) siang.

​Dalam aksi sosial ini, bantuan air bersih didistribusikan ke empat titik di Kalurahan Sidoharjo, yakni Padukuhan Pule Kulon, Bengle, Prigi, dan Klepu. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian jajaran Fraksi PDI Perjuangan terhadap warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air harian.

Baca: Soroti Pelibatan TNI-Polri di Sektor Pertanian, Ganjar Pranowo

​"Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian utama. Karena itu, kami berupaya hadir membantu warga, terutama di wilayah yang terisolasi dari akses air selama musim kemarau," ujar Demas Kursiswanto.

​Demas menjelaskan bahwa aksi sosial ini ditargetkan menyalurkan hingga 100 tangki air bersih di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul. Angka tersebut masih berpotensi bertambah sesuai dengan kebutuhan riil warga di lapangan.

​Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pihak Fraksi PDI Perjuangan berkoordinasi langsung dengan pemerintah Kapanewon dan Kalurahan.

​"Penentuan titik penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan pihak Kapanewon dan Kalurahan. Langkah ini diambil agar program bantuan benar-benar tepat sasaran, tepat guna, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," tambah Demas.

​Meski bantuan tangki terus disalurkan, Demas menegaskan bahwa krisis air di Sidoharjo tidak bisa diselesaikan hanya dengan penanganan darurat. 

Menurutnya, diperlukan solusi jangka panjang yang berkelanjutan. ​Tantangan utama di Kalurahan Sidoharjo terletak pada kondisi geografis yang berbukit dan berlembah. 

Walaupun jaringan air bersih sudah dibangun di beberapa titik, operasionalnya masih menghadapi berbagai kendala:

- ​Sistem Pompa Belum Optimal: Daya pendorong air belum mampu menjangkau seluruh padukuhan.

- ​PAMSIMAS Belum Maksimal: Pengelolaan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) bersama pemerintah kalurahan belum berfungsi penuh di semua lokasi.

- ​Cakupan PDAM Terbatas: Layanan PDAM Tirta Handayani belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah Kalurahan Sidoharjo.

​Kondisi inilah yang membuat warga setempat terus bergantung pada bantuan air tangki setiap kali kemarau panjang melanda.

​Menanggapi persoalan sistemik tersebut, Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Sigit Subarno, berkomitmen untuk terus mendampingi dan mengadvokasi kebutuhan masyarakat terkait infrastruktur air bersih.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

​Menurut Sigit, fasilitas dasar yang sudah dibangun harus diupayakan agar dapat berfungsi optimal dan memberi manfaat jangka panjang.

​"Pendampingan kami mencakup penguatan fungsi PAMSIMAS serta mendorong sinergi pengelolaan yang lebih solid antara PDAM dan pemerintah kalurahan," tegas Sigit.

​Selain penguatan di tingkat daerah, pihaknya juga akan mengawal pengalokasian anggaran dari pemerintah pusat, termasuk mengusulkan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diprioritaskan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Quote