Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, menyatakan optimismenya terhadap arah kebijakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Berbagai program prioritas yang dipaparkan dinilai sebagai agenda strategis yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
"Saya sangat terpesona oleh spirit dan optimisme yang disampaikan Presiden Prabowo dalam Penyampaian Nota Keuangan. Program-program yang dipaparkan sangat mulia dan berpihak kepada rakyat," ujar Harris dalam agenda Talkshow Spesial TVR Parlemen usai Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
Harris menilai sejumlah program skala nasional menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, di antaranya:
- Sektor Kesehatan: Renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di setiap kabupaten dan kota.
- Sektor Pendidikan: Renovasi bangunan sekolah di seluruh wilayah Indonesia.
Meski mendukung penuh, politikus Fraksi PDI Perjuangan ini mengingatkan bahwa keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada kemampuan negara dalam menghimpun pendapatan.
Dalam postur RAPBN 2027, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun, sementara belanja negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun. Kondisi ini menyebabkan defisit anggaran sekitar Rp671,2 triliun atau 2,4 persen terhadap PDB.
"Yang harus kita pastikan adalah target penerimaan negara benar-benar tercapai. Jika tidak, pilihannya hanya dua: belanja dikurangi atau defisit membesar," tegasnya.
Untuk memperkuat ruang fiskal, Harris mendorong pemerintah melakukan efisiensi belanja negara melalui penguatan peran Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Pemerintah sendiri menargetkan penghematan hingga Rp300 triliun dari perbaikan sistem pengadaan barang dan jasa.
"Jika LKPP benar-benar mampu menghasilkan penghematan Rp300 triliun, tentu ini capaian yang luar biasa. Lembaga ini perlu diperkuat agar fungsinya optimal," tambahnya.
Selain efisiensi, Harris menyoroti dua langkah strategis lainnya:
- Optimalisasi Aset BUMN: Melalui konsolidasi dan kerja sama pemanfaatan aset sebagai sumber penerimaan tambahan.
- Tata Kelola Sumber Daya Alam (SDA): Pengembangan bursa mineral dan bursa komoditas untuk meningkatkan transparansi serta pendapatan negara.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Mengutip pernyataan Presiden, Harris menegaskan bahwa indikator keberhasilan ekonomi tidak boleh hanya diukur dari besarnya angka statistik, melainkan dari dampak riil yang dirasakan warga.
"Pertumbuhan ekonomi harus sampai ke meja makan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Itu yang harus kita kawal bersama," tuturnya.
Komisi XI DPR RI berkomitmen menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara ketat agar seluruh program prioritas RAPBN 2027 berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

















































































