Medan, Gesuri.id Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumatera Utara mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengusut tuntas insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa 17 siswa SD Negeri 060870 Medan.
PDI Perjuangan menegaskan, penanganan kasus ini tidak boleh berhenti sekadar pada penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, menyatakan bahwa insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan masalah serius yang memerlukan evaluasi menyeluruh dari penyelenggara.
Baca:Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP
Jika ada 17 anak yang mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG, ini bukan hal yang bisa dianggap sepele. Kita harus mempertanyakan bagaimana makanan disiapkan, bagaimana kualitasnya diperiksa, dan sejauh mana pengawasan yang dilakukan. Program yang bertujuan meningkatkan kesehatan anak tidak boleh justru berujung pada perawatan di rumah sakit, ujar Rapidin kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).