Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyoroti adanya dugaan narasi terstruktur yang sengaja dibangun untuk meredam kekhawatiran masyarakat terkait keamanan galon guna ulang, khususnya yang telah melampaui batas masa pakai.
Dugaan tersebut disampaikan Novita dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Menurutnya, saat ini beredar konten yang mengarahkan masyarakat agar tetap merasa aman meskipun menggunakan galon guna ulang yang sudah berusia tua.
Saya melihat ada konten yang mungkin dipesan oleh salah satu perusahaan AMDK, yang menyampaikan agar masyarakat tetap tenang meskipun galon guna ulang sudah melampaui batas pakai, ujar Novita.
Ia menilai narasi tersebut berpotensi menyesatkan publik. Konten semacam itu dikhawatirkan membuat konsumen mengabaikan risiko kesehatan yang dapat timbul dari penggunaan galon yang sudah tidak layak pakai.
Novita menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat belum mengetahui bahwa galon berbahan polikarbonat memiliki masa pakai tertentu. Jika digunakan melebihi batas yang dianjurkan, potensi migrasi senyawa Bisphenol A (BPA) ke dalam air minum akan meningkat.