Semarang, Gesuri.id Komisi VII DPR RI mendorong pemerintah untuk serius mewujudkan hilirisasi industri kopi nasional. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mengembalikan kejayaan kopi Indonesia di pasar global sekaligus menghentikan ketergantungan pada bahan baku impor.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, saat memimpin kunjungan kerja spesifik ke pabrik PT Santos Jaya Abadi di Semarang, Jawa Tengah, Jumat.
Evita menyoroti adanya anomali dalam tata kelola kopi nasional. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), produksi biji kopi Indonesia terbilang melimpah, yakni mencapai 834 ribu ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 508 ribu ton diekspor dan 326 ribu ton dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, di tengah melimpahnya pasokan lokal, Indonesia ternyata masih mengimpor sekitar 29 ribu ton biji kopi per tahun.
Baca:GanjarPranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Ini sebuah anomali. Produksi biji kopi kita melimpah, tetapi mengapa kita masih harus melakukan impor? tegas Evita.