Bogor, Gesuri.id Dugaan penyimpangan dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Bogor memicu sorotan tajam. Politikus PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Raden Bayu Syahjohan, mendesak aparat penegak hukum (APH) dari Kepolisian Resor (Polres) Bogor dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor untuk turun tangan menyelidiki alokasi anggaran tersebut.
Bayu menyoroti potensi penyelewengan dana Pokir yang bernilai fantastis, yakni berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp10 miliar untuk setiap anggota dewan.
Baca:GanjarBangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Saya meminta Polres Bogor maupun Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menelisik penyaluran dan pelaksanaan program Pokir para wakil rakyat. Banyak ketua partai politik di tingkat kecamatan yang mengeluh tidak mengetahui keberadaan program Pokir dari legislator mereka, ujar Bayu, Minggu (23/8).
Menurut Bayu, pihaknya menerima informasi mengenai dugaan komersialisasi proyek aspirasi tersebut kepada dinas atau instansi teknis terkait di lingkungan pemerintah daerah.