Jakarta, Gesuri.id Politisi PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, melontarkan kritik tajam terkait kabar utang proyek Kereta Cepat JakartaBandung atau Whoosh yang disebut-sebut akan dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Woi Termul, itu bagaimana ceritanya utang kereta cepat malah dibayar pakai APBN. Padahal kemarin-kemarin mulutnya Bestari Barus, Andi Azwan, Sidamanik dan semua Termul-termul bicara, wah itu murni business to business. Bahkan, Jokowi juga berkata berulang kali business to business. Makanya sekarang APBN yang menjadi korban, kata Ferdinand seperti dikutip dari Instagramnya pada Sabtu (14/2/2026).
Ferdinand menyinggung pihak-pihak yang sebelumnya menyebut proyek tersebut murni menggunakan skema business to business (B2B). Ia juga menyenggol kelompok Ternak Mulyono (Termul) yang dikenal sebagai pendukung Joko Widodo.
Menurutnya, sejumlah tokoh sebelumnya telah menegaskan proyek kereta cepat tidak akan membebani keuangan negara. Namun, ia menyayangkan apabila pada akhirnya anggaran negara harus terseret untuk menutup kewajiban utang proyek tersebut.
Ia menilai jika benar APBN dilibatkan, maka beban tersebut pada akhirnya akan ditanggung oleh rakyat. Kondisi itu, kata dia, berpotensi menambah tekanan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.